Hendi sendiri pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada periode 2008 sampai 2013. Nantinya, ia akan memimpin Semen Indonesia hingga 2022 mendatang.
Tak hanya itu, RUPSLB juga menetapkan Fadjar Judisiawan untuk menggantikan Darmawan Junaidi sebagai Direktur Keuangan. Sementara itu, Direktur Produksi Semen Indonesia diisi oleh Benny Wendry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total penjualan Semen Indonesia pun naik 9 persen hingga akhir Agustus kemarin atau setara dengan 19,96 juta ton dari sebelumnya 18,3 juta ton.
"Hingga Agutus, volume penjualan ekspor perusahaan mencapai 1,25 juta ton atau naik 249,5 persen," kata Agung dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (15/9).
Hingga saat ini, perusahaan memiliki 8 negara tujuan ekspor, diantaranya Malaysia, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, Maladewa, Srilanka, Kuwait, dan Australia.
Adapun, penjualan semen secara industri hingga bulan Agustus tercatat sebesar 5,7 persen atau 41,13 juta ton dibandingkan sebelumnya sebesar 38,92 juta ton. Peningkatan ini khususnya terjadi di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara.