Syafa An, salah satu perwakilan Century 21, mengatakan iklan tersebut adalah iklan yang terlupa untuk dihapus, karena sejak bulan lalu dirinya mendapatkan informasi penjualan mal tersebut. Namun, kata dia, hal itu adalah tak benar.
Menurutnya, beberapa agen properti yang mendapatkan pesan berantai dan mengaku sebagai kuasa dari pemilik mal itu juga adalah informasi yang tidak valid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, sebuah situs penjualan properti memasang iklan penjualan mal Senayan City dengan harga Rp5,5 triliun. Namun, pengembang mal itu, PT Agung Podomoro Land Tbk membantahnya.
Manajemen Senayan City mengaku akan menindak tegas situs online yang memberitakan adanya penjualan Mall Senayan City.
Tanggapan itu menyusul munculnya pengumuman iklan yang sempat terpampang dalam situs rumah123.com sejak 24 Agustus 2017.
CEO Senayan City Veri Y. Setiady mengatakan, seluruh informasi yang tertulis dalam iklan tersebut tidak benar. Manajemen juga sangat menyayangkan pengelola rumah123.com tidak terlebih dahulu melakukan konfirmasi sehingga informasi itu mencuat tanpa ada klarifikasi langsung dari perusahaan.
"Kami akan memproses secara hukum atas kelancangan situs tersebut memuat berita yang tidak benar dan berkembang di masyarakat," tegas Veri, Senin. (asa)