"Secara total, dari target 9,5 juta ton, pupuk bersubsidi yang sudah terserap 6,2 juta ton," tutur Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat saat berbincang dengan awak media di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Senin (16/10).
Aas merinci, penyaluran pupuk bersubsidi itu tersebut terdiri dari 2,6 juta ton urea dari target 4,1 juta ton, 1,8 juta ton NPK dari target 2,5 juta ton, 644 ribu ton SP36 dari target 850 ribu ton, 674 ribu ton ZA dari target 1,05 juta ton dan 450 ribu ton pupuk organik dari target 1 juta ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengamati capaian penyerapan tersebut, Aas optimistis penyerapan pupuk bersubsidi tahun ini akan sesuai target, apalagi musim tanam tahun ini relatif tidak bergeser.
Dari sisi stok, perusahaan meyakinkan masih dalam kondisi aman. Bahkan, persedian perseroan jauh di atas kewajiban penyimpanan stok.
"Dari kewajiban untuk menyiapkan dua minggu ke depan, kami sekarang bisa menyediakan stok hingga dua bulan ke depan," ujarnya.
Aas menyebutkan, saat ini perseroan memiliki stok pupuk urea mencapai 544 ribu ton dari kewajiban 147 ribu ton, NPK 316 ribu ton dari kewajiban 82 ribu ton, SP36 126 ribu ton dari kewajiban 29 ribu ton, ZA 110 ribu ton dari kewajiban 43 ribu ton, dan organik 61 ribu dari kewajiban 37 ribu ton.