"Bagi BI pertumbuhan ekonomi kuartal III itu ada di kisaran 5,1 hingga 5,2 persen," tutur Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam acara Economic and Capital Market Outlook 2018 di Graha CIMB Niaga, Selasa (31/10).
Menurut dia, percepatan laju pertumbuhan ekonomi dipicu oleh kenaikan belanja pemerintah. Secara historis, belanja pemerintah pada paruh kedua setiap tahunnya memang biasanya lebih kencang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Mirza mengingatkan, belanja pemerintah hanya berkontribusi sebesar 10 persen hingga 12 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Sebelumnya, Darmin memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 bisa mencapai hampir 5,2 persen. Hal itu utamanya didorong dari sisi investasi dan ekspor-impor.
Sementara, dari sisi konsumsi rumah tangga, Darmin optimistis capaian kuartal III akan lebih baik dibandingkan kuartal II lalu yang hanya tumbuh di kisaran 4,95 persen.
Ramalan itu juga lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun lalu 4,94 persen.
Dengan realisasi laju pertumbuhan ekonomi kuartal I dan kuartal II masing-masing sebesar 5,01 persen, maka pertumbuhan ekonomi tahun ini setidaknya bisa mencapai 5,1 persen atau sesuai dengan perkiraan BI di kisaran 5 hingga 5,4 persen.
Namun, proyeksi itu masih ada di bawah target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) yang sebesar 5,2 persen.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan realisasi pertumbuhan kuartal III 2017 pada bulan ini.