Adapun, laju inflasi ini lebih rendah dibandingkan Oktober 2016 sebesar 0,14 persen (mtm), Selain itu, angka ini juga tercatat melorot dibanding September dengan angka inflasi 0,13 persen (mtm).
Kepala BPS Suhariyanto atau yang akrab disapa Ketjuk menyebut, lima indikator inflasi umum mengalami inflasi dengan nilai tertinggi yakni makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dengan angka inflasi 0,05 persen. Adapun, komoditas yang mengalami kenaikan adalah mie instan, lauk pauk, dan kretek masing-masing dengan inflasi 0,01.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, melihat angka ini, ia yakin inflasi hingga akhir tahun bisa terjaga. "Ada beberapa komoditas lihat sampai Desember ada peningkatan karena liburan persiapan Natal dan Tahun Baru dan terjaga," ujar Ketjuk di kantor BPS, Senin (2/10).
Lihat juga:BI 'Tutup Pintu' Turunkan Suku Bunga Acuan |
Berdasarkan komponen penyumbang, komponen inflasi inti (core) tercatat menyumbang inflasi sebesar 0,17 persen. Sedangkan komponen gejolak harga pangan (volatile foods) mengalami deflasi 0,53 persen persen dan tingkat harga yang diatur pemerintah (administered price) mengalami deflasi 0,01 persen.
Berdasarkan wilayah, dari 82 kota IHK, inflasi terjadi 44 kota dengan inflasi tertinggi di Tual sebesar 1.05 persen dan inflasi terendah di Surakarta dan Cilegon sebesar 0,01 persen. Sementara 38 kota lainnya mengalami deflasi dengan yang terendag adalah Palopo dengan angka 0,01 persen.