Sebagai catatan, sejak Januari 2016, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 175 basis poin menjadi 4,25 persen hingga Oktober 2017.
"Pelonggaran moneter, seperti penurunan suku bunga ruangnya sudah tidak ada karena sudah level yang rendah dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya," ujar Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara di Graha CIMB, Selasa (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, pelonggaran uang muka Kredit Pemilikan Rumah berdasarkan zonasi (LTV spasial) yang mampu memacu penyaluran kredit.
Lihat juga:BI Desak Perbankan 'Irit' Biaya Operasional |
Kendati demikian, terbatasnya peluang penurunan suku bunga acuan tidak menutup ruang penurunan suku bunga pasar. Saat ini, rata-rata suku bunga kredit perbankan masih ada di dua digit.
"Ruang penurunan suku bunga acuan memang terbatas, tetapi bukan berarti suku bunga pasar tidak bisa turun," kata Fauzi secara terpisah.
Selain itu, turunnya suku bunga bank juga bisa dipacu oleh tren penurunan imbal hasil dari instrumen obligasi negara yang dipengaruhi oleh persepsi investor terhadap risiko di Indonesia. Semakin tinggi persepsi risiko, maka semakin tinggi imbal hasil atau premi risiko yang diharapkan.
Dengan mengantongi peringkat layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yaitu dari Fitch's, Moody's, dan Standard and Poor's, seharusnya persepsi investor terhadap risiko kredit Indonesia menjadi lebih rendah. Hal itu memungkinkan penurunan premi risiko dari obligasi pemerintah.