Kendati turun, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menilai cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Besaran cadangan devisa tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan." ujar Agusman dalam keterangan resmi, Selasa (7/11).
Agusman menjelaskan, penurunan cadangan devisa pada Oktober 2017 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal tersebut didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif," jelas dia.