Pemerintah Katrol Penyatuan Golongan Listrik ke 5.500 VA

Yuli Yanna Fauzie , CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 13:58 WIB
Pemerintah Katrol Penyatuan Golongan Listrik ke 5.500 VA Kementerian ESDM merevisi rencana penyederhanaan golongan daya listrik rumah tangga dari semula berkapasitas 4.400 voltampere (VA) menjadi 5.500 VA. (Dok. PLN).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi rencana penyederhanaan golongan daya listrik rumah tangga dari semula berkapasitas 4.400 voltampere (VA) menjadi 5.500 VA.

Pekan lalu, pemerintah mewacanakan penghapusan golongan 900 voltampere (VA) nonsubsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA untuk kemudian dilebur ke satu jenis golongan listrik yang sama yakni berkapasitas 4.400 VA.

Kini, mulai dari golongan 900 VA nonsubsidi hingga 4.400 VA akan diubah dan diseragamkan ke golongan listrik dengan kapasitas 5.500 VA. Sehingga, golongan listrik rumah tangga hanya terbagi atas golongan bersubsidi dengan kapasitas 450 VA dan 900 VA serta nonsubsidi sebesar 5.500 VA dan 6.600 VA.


Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, hal ini dilakukan agar penyeragaman golongan sesuai dengan klasifikasi tarif dasar listrik (TDL) yang berlaku saat ini.

"Harga yang sekarang sama untuk yang per-kWh-nya sampai 5.500 VA dari 1.300 VA," ujar Dadan di Kementerian ESDM, Selasa (14/11).

Saat ini, tarif listrik untuk golongan 1.300 VA sampai 5.500 VA memang sama, yaitu sebesar Rp1.467,28 per kWh. Sebenarnya untuk golongan rumah tangga ada kapasitas listrik sebesar 6.600 VA dengan tarif yang sama.


Kendati demikian, tarif listrik bagi golongan nonsubsidi berkapasitas 900 VA tak akan mengalami perubahan tarif. Artinya, tarif tetap sama seperti saat ini, sebesar Rp1.352 per kWh, meski akses bagi penggunanya juga dinaikkan menjadi 5.500 VA.

"Betul, di angka yang sekarang ada, tapi kami masih lihat untuk 900 VA ini. Untuk yang lain, keputusan per hari ini dari internal, (aksesnya) bisa sampai 5.500 VA," jelasnya.

Meski diubah kembali, namun Dadan memastikan, tujuan pemerintah tetap sama, yaitu memberikan akses listrik yang besar kepada masyarakat, sehingga bisa dimaksimalkan penggunaannya untuk menunjang kebutuhan masyarakat.

(lav)
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Sengat Penyederhanaan Golongan Listrik