Adapun keempat destinasi wisata tersebut, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.
“Kami akan fokus dulu melakukan penataan pada 4 destinasi tersebut. Kami akan buat Master Plannya,” kata Menteri Basuki dikutip dari Keterangan Resmi, Senin (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pihaknya juga akan membangun infrastruktur, mulai dari akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase, hingga persampahan.
Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Rido Matari Ichwan mengatakan, dukungan yang diberikan Kementerian PUPR memang tak hanya sebatas penyediaan infrastruktur, namun juga mendorong industri pariwisata nasional.
Kementerian PUPR dan Bank Dunia sejak tahun 2015 telah merintis kerjasama pengembangan Indonesia Tourism Development Program (ITDP). Melalui kerjasama ini, dilakukan percepatan pada tiga destinasi prioritas yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.
Bank Dunia memberikan pinjaman senilai US$ 300 juta yang digunakan untuk penyusunan Penyusunan Rencana Induk Pariwisata (Integrated Tourism Master Plan/ITMP) senilai US$6 juta dan pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia senilai US$294 juta.
“Lelang penyusunan ITMP sudah dilakukan dan kini menunggu non objection letter dari Bank Dunia untuk penetapan pemenang,” katanya. (agi)