Kendati demikian, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo belum mau merinci siapa-siapa saja yang akan duduk di kursi direksi holding jasa keuangan.
Yang pasti, lanjutnya, direksi holding BUMN keuangan tak serta merta berasal dari PT Danareksa (Persero), yang notabene menjadi induk holding. Sebab, pemerintah berniat untuk menata ulang holding sektor keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana sampai saat ini, Danareksa menjadi pimpinan holding dan akan membawahi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Jalin Pembayaran Nusantara, PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia hingga PT Permodalan Nasional Madani (PMN).
Sedangkan yang berstatus non-Tbk diperkirakan bisa lebih cepat untuk pengalihan sahamnya. "Hari ini pun sudah mulai, seperti proses IT. Kami buat tim untuk evaluasi semua itu, yang ada di empat bank itu. Kami ingin platform-nya sama, tinggal modul di aplikasinya beda-beda. Kenapa? Karena kami ingin lebih efisien," imbuh Gatot.
“Saat ini, fokus bahas masalah mitigasi risiko, masalah keuangannya. Seberapa jauh nanti pengaruhnya ke depan, kalau misalnya jadi holding,” pungkasnya. (bir)