Direktur Keuangan Totalindo Eko Wardoyo menjelaskan, kepemilikan saham Totalindo di proyek tersebut sebesar 49 persen, sedangkan sisanya digenggam oleh PD Pembangunan Sarana Jaya.
Eko menambahkan, seluruh pembangunan proyek ini membutuhkan dana sebesar Rp3 triliun. Untuk porsi Totalindo sendiri hanya Rp1,3 triliun dari total nilai proyek tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perusahaan dan PD Pembangunan Sarana Jaya sudah melakukan penjajakan dengan beberapa perbankan untuk mendapatkan pinjaman tersebut. Sayangnya, ia enggan menyebut nama perbankan yang sudah dijajaki.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menyebut, pembangunan akan dimulai pada awal tahun depan dengan target selesai dalam waktu sekitar dua tahun.
Untuk tahap awal, Totalindo dan PD Pembangunan Sarana Jaya akan membangun apartemen terlebih dahulu dengan jumlah 700 unit dan dua unit.
"Tipenya 36 meter persegi, semuanya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," imbuh Yoory.
Secara terpisah, Direktur Utama Totalindo Donald Sihombing menjelaskan, kawasan terpadu ini juga akan dilengkapi dengan perkantoran dan area komersial lainnya. Kawasan terpadu ini akan dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare (ha).
"Pembangunan kawasan terpadu sangat diperlukan karena Jakarta sebagai kawasan megapolitan memerlukan solusi atas kondisi kemacetan," papar Donald.
Nantinya, proyek kawasan terpadu ini akan berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan mulai tahun depan. Untuk target proyek sendiri, perusahaan memasang angka sebesar Rp4 triliun. Bila dirinci, proyek pemerintah menyumbang Rp1 triliun dan sisanya dari proyek swasta.
"Untuk dukung proyek Rp4 triliun itu, mungkin butuh pendanaan sekitar Rp500 miliar," kata Eko. (gir)