Kenaikan signifikan keluarga Hartono tersebut terutama disebabkan kenaikan hampir 50 persen dari nilai saham mereka pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Dikutip dari Forbes, Hartono yang mewarisi perusahaan rokok Djarum beberapa dekade lalu secara cerdas melakukan diversifikasi bisnis dengan mengambil saham BCA yang terpuruk akibat krisis keuangan pada 1997-1998.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Juragan Minyak Sawit Eka Tjipta Widjaja menempati posisi kedua dengan total kekayaan US$9,1 miliar atau sekitar Rp122 triliun, naik US$3,5 miliar atau Rp47 triliun. Disusul Pemilik Perusahaan Rokok Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo dengan kekayaan mencapai US$8,8 miliar atau sekitar Rp118 miliar.
Pada posisi keempat, ada pemilik Indofood Anthoni Salim dengan kekayaan US$6,9 miliar atau sekitar Rp93 triliun. Posisi kelima ditempati Sri Prakash Lohia dengan kekayaan US$6,4 miliar atau sekitar Rp86,4 triliun. Posisi keenam, Boenjamin Setiawan dengan kekayaan US$3,65 miliar atau sekitar Rp49 triliun.
Posisi ketujuh, Chairul Tanjung dengan kekayaan US$3,6 miliar atau sekitar Rp48,6 triliun. Posisi kedelapan, Tahir dengan kekayaan US$3,5 miliar atau Rp47 triliun. Posisi kesembilan, Mochtar Riady dengan kekayaan US$3 miliar atau Rp40 triliun dan posisi kesepuluh, Jogi Hendra Atmadja dengan kekayaan US$2,7 miliar atau sekitar Rp36 triliun.
(agi)