“Kalau terjadi konflik besar lagi, pasti harga minyak naik atau perdagangan menurun,” ujarnya di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (8/12).
Akibat dari konflik tersebut, JK memastikan akan ada dampak terhadap perekonomian nasional. Namun demikian, ia tidak merinci sejauh apa dampak yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menyayangkan sikap Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Ke depannya, JK mengatakan, pemerintah Indonesia akan duduk bersama dengan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI. Mereka akan membahas sikap Trump terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel dan upaya pemindahan kedutaan besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
“Ya kan Presiden (Joko Widodo) akan hadir,” ucap JK.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel pada Rabu (6/12) waktu setempat atau Kamis (7/12) waktu Indonesia di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat.
Di samping itu, Trump juga menegaskan kembali kepada publik bahwa Amerika Serikat mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif.
“Yerusalem kini, dan harus terus menjadi tempat dimana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa,” tutur Trump dalam pernyataan kontroversialnya. (bir)