"Dukungan teknis ADB akan membantu memetakan dampak teknologi disruptif terhadap ekonomi Indonesia," ujar Kepala Kantor Perwakilan ADB di Indonesia Winfried Wicklein, seperti dilansir ANTARA, Senin (11/12).
Wicklein menuturkan, bantuan teknis itu akan mendukung upaya pemerintah dalam memanfaatkan keuntungan kemajuan teknologi tersebut serta mengelola risikonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai indikator, seperti lalu lintas internet, pendapatan dari layanan komputasi awan dan sistem terkait juga tercatat sedang tumbuh pesat.
Untuk itu, pemerintah telah mengembangkan "2020 Go Digital Vision" yang bertekad menjadikan Indonesia perekonomian digital terbesar di ASEAN pada 2020 mendatang.
Hal tersebut didukung oleh penerbitan paket kebijakan ekonomi jilid XIV yang mencakup peta jalan komprehensif untuk mendorong pemanfaatan e-dagang (e-commerce).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara menambahkan, pemahaman yang lebih baik terhadap topik ekonomi digital yang sedang berkembang cepat sebagai hal yang penting, agar kebijakan dan investasi pendukung yang tepat dapat diambil.
Hal tersebut, ia menambahkan, harus diupayakan karena Indonesia sedang berada pada persimpangan perubahan teknologi global. (bir)