"Kami kawatir melihat kemungkinan bahwa penciptaan lapangan kerja akan terganggu dengan tren teknologi, karena ada teknologi yang menciptakan disruption (gangguan),” ujarnya di Jakarta, Senin (4/12).
Ia menjelaskan, penciptaan lapangan kerja menjadi sangat penting. Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan antisipasi guna mendorong penyerapan tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, pemerintah, menurut dia, saat ini telah menyiapkan sejumlah langkah guna mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM).
Selain penyerapan tenaga kerja, Sri Mulyani juga mengakui terjadi pelemahan pada penurunan angka kemiskinan. Padahal, tahun ini, pemerintah menargetkan angka kemiskinan bisa turun dari saat ini sekitar 10,7 persen menjadi di bawah 10 persen dan pada 2019 nanti ke angka 7 persen-8 persen.
"Tahun depan, kemiskinan kami harapkan turun ke single digit. Itu bahkan tidak pernah terjadi di zaman Presiden Soeharto sekalipun. Ini adalah sesuatu yang sulit tapi akan kami coba wujudkan," pungkasnya. (bir)