Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengungkapkan, beberapa saham yang masuk dalam dua indeks tersebut terdiri dari saham berkapitalisasi pasar kecil dan menengah.
Lebih rinci ia menjelaskan, untuk indeks IDX SMC Composite merupakan saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar antara Rp1 trillun sampai Rp50 triliun. Sementara, indeks IDX SMC Liquid merupakan saham yang memiliki tingkat likuiditas lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, beberapa faktor lainnya yang ikut menjadi pertimbangan otoritas pasar modal memasukan saham ke dalam dua indeks tersebut, antara lain kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, dan riset dari analis saham.
"Jumlah saham konstituen indeks-indeks SMC ini tidak tetap atau sesuai dengan jumlah saham yang memenuhi kriteria," terang Samsul.
Manajemen BEI akan melakukan pengkajian rutin setiap enam bulan sekali, yakni pada Januari dan Juli. Kemudian, akan diperbaharui setiap hari bursa pertama pada Februari dan Agustus.
Adapun, beberapa contoh saham yang masuk dalam IDX SMC Liquid, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). (bir)