Mengutip berbagai sumber, usahanya berawal dari bisnis percetakan yang didirikan pada tahun 1952 silam dengan konsep percetakan kecil-kecilan. Modal awalnya berupa dua buah mesin percetakan yang dibeli langsung dari tempat kelahirannya, di Solo.
Seiring berjalannya waktu usahanya berkembang hingga lima tahun kemudian atau pada 1958, Sukamdani mendirikan perusahaan percetakan lebih besar. Ia sekaligus menjadi direktur utama dari perusahaanya bernama CV Masyarakat Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemilik Sahid Grup Sukamdani Tutup Usia |
Tak berpuas diri, Sukamdani tak hanya fokus pada bisnis percetakan, melainkan juga bisnis perhotelan. Sukamdani memulai usaha hotelnya di Solo dan berlanjut di Jakarta bertajuk Grand Sahid Jaya.
Berkat prestasinya memimpin berbagai usahanya, Sukamdani pun bergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan menjadi ketua umum Kadin pada 1987 silam.
Kehidupan Sukamdani rupanya tak hanya sekadar bisnis dan bisnis. Seperti diketahui, Sukamdani juga memiliki pondok pesantren bernama Pondok Pesantren Modern Sahid di Bogor.
Hari ini, Kamis (21/12), Sukamdani telah tutup wafat di usia 89 tahun pada pukul 09.15 WIB. Ia akan dimakamkan di Bogor atau tepatnya di pondok pesantren yang ia bangun. (bir)