“Walaupun jumlah kursi mencukupi, tapi bisa saja pada waktu puncak arus mudik dan balik itu kursinya tidak tersedia karena jumlah penumpangnya melebihi rata-rata per hari. Saya mengimbau, masyarakat untuk memajukan atau memundurkan perjalanan mudik atau baliknya, menghindari puncak arus mudik dan balik,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, Jumat (22/12).
Ia memperkirakan, jumlah penumpang pesawat udara naik 5,2 persen menjadi 7.238.602 pada musim libur natal dan tahun baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mengantisipasi hal tersebut, telah disediakan 8.104.756 kursi untuk penerbangan domestik dan 1.497.268 kursi untuk penerbangan internasional. Jumlah kursi tersebut akan dipasok oleh 13 maskapai dengan 446 unit pesawat dengan penerbangan reguler maupun tambahan (extra flight).
Lihat juga:Siaga Bencana di Balik Persiapan Natal |
Berdasarkan data yang masuk dari H-7 hingga H-5, posisi terakhir data angkutan udara dalam negeri (domestik) sementara mencapai 876.345 penumpang, terdiri dari 291.256 penumpang H-7, 286.542 penumpang H-6 dan 298.547 penumpang H-5. Jumlah ini meningkat 4,13 persen dibandingkan tahun lalu, yakni 841.615 penumpang domestik.
Bandara yang melaporkan pergerakan penumpang domestik, antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Kualanamu Internasional, I Gusti Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, SAMS Sepinggan, Adisutjipto, Adi Soemarmo, Ahmad Yani, Syamsudin Noor, Sam Ratulangi, dan lain sebagainya.
Adapun, tujuh bandara yang melaporkan pergerakan penumpang internasional ini adalah Bandara Soekarno - Hatta - Jakarta, Kualanamu Internasional, I Gusti Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, Adisutjipto, dan Husein Sastranegara – Bandung.
“Kenaikan jumlah penumpang sudah kami prediksi sebelumnya. Namun, penumpang jangan khawatir tidak mendapatkan tiket pesawat jika bersedia berangkat pada hari-hari awal , karena kami menyediakan kursi pesawat melebihi perkiraan peningkatan jumlah penumpang pada periode natal dan tahun baru” kata Agus.
Semua penyelenggara penerbangan, lanjut Agus, harus mewaspadai hari-hari puncak tersebut karena akan ada penumpukan penumpang dan pergerakan pesawat yang banyak.
“Semua penyelenggara penerbangan harus bekerja sama dan mau bekerja ekstra sesuai aturan yang berlaku agar keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan tetap terjaga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (bir)