Head of Industry and Regional Research Departement PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani memprediksi, ekonomi Pulau Jawa bisa tumbuh hingga 5,75 persen pada 2018 atau naik dari prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang sebear 5,62 persen.
Alasannya, Pulau Jawa akan mendapatkan pengaruh positif paling tinggi dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2018 mendatang. Maklum, sebagian besar dari 171 Pilkada dilakukan di Pulau Jawa.
Dia mengungkapkan pesta demokrasi dalam Pilkada 2018 di sejumlah daerah ini akan menumbuhkan konsumsi pemerintah dan masyarakat di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Papua diramalkan meningkat menjadi 7,66 persen dari prediksi tahun 2017 sebesar 5,69 persen. Hal ini didorong oleh produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diklaim bakal lebih lancar dari tahun lalu.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kondisi di Timika. Setidaknya, 70 persen pertumbuhan ekonomi di Papua ditopang oleh Timika.
Selanjutnya, Sumatera diprediksi tumbuh tipis hanya menjadi 4,61 persen dari prediksi tahun ini sebesar 4,49 persen. Hal ini disebabkan, harga batu bara diramalkan turun menjadi US$75 per metrik ton.
"Sekarang naik ke US$120 per metrik ton, tahun depan kemungkinan terkoreksi ke harga fundamentalnya," jelas Dendi.
Kenaikan harga batu bara saat ini disebabkan kebutuhan batu bara sejalan dengan musim dingin sehingga dibutuhkan sebagai penghangat ruangan.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada tahun depan diproyeksi sebesar 5,3 persen atau dibawah target pemerintah sebesar 5,4 persen. Pertumbuhan ini terutama akan disokong oleh tingkat konsumsi masyarakat.