"Saya mohon kepada Menteri Keuangan (Sri Mulyani) agar ada alokasi segera untuk membayar tagihan Pertamina sebagai badan usaha kepada pemerintah. Untuk PLN juga sama. Secara anggaran kan sebenarnya sudah dialokasi," terang Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (27/12).
Kesehatan arus kas kedua perusahaan menjadi perhatian karena kekhawatiran tekanan dari kenaikan harga minyak dan komoditas dunia. Sementara, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), seperti premium dan solar hingga akhir Maret 2018, demi menjaga daya beli masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pemerintah telah membayar Rp5,5 triilun di antaranya yang berasal dari subsidi BBM Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami berharap, mungkin akhir tahun atau awal tahun depan sisanya (dibayar),” ujarnya.
Adapun, selisih tersebut ditutup oleh pembayaran subsidi dari pemerintah.
Secara terpisah, Direktur Utama PLN Sofyan Basir juga menanti pembayaran utang subsidi listrik pemerintah.
"Cashflow (arus kas) kami masih cukup karena akan ada pembayaran subsidi pemerintah di akhir tahun ini," imbuh dia. (bir)