Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama INKA Mohamad Nur Sodiq mengatakan, pembangunan pabrik baru ini akan difokuskan untuk memproduksi kereta dengan teknologi baru, misalnya kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT).
Sebab, perseroan melihat bahwa tren kebutuhan kereta telah beralih ke jenis ini dan permintaannya cukup besar. "Pabrik baru kami akan larikan untuk (produksi kereta berbahan) stainless steel dan aluminium," ucap Sodiq, Senin (27/12).
Selain itu, pabrik baru akan digunakan untuk pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kerja sama dengan teknisi dari Jepang, China, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kebutuhan anggaran untuk membangun pabrik baru ini akan ditutup dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang didapat perseroan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp1 triliun.
Dengan pembangunan pabrik baru dan revitalisasi ini, Sodiq berharap kapasitas produksi perseroan akan meningkat dua kali lipat menjadi tiga kereta per hari dari saat ini sebanyak 1,5 kereta per hari untuk kereta api berbahan berat.
"Jangan sampai kami terima semua pesanan, tapi kemampuan kami tidak cukup," pungkasnya.
Sementara itu, belanja modal yang digelontorkan dari kas internal INKA pada tahun depan sebesar Rp400 miliar. Angka ini meningkat sekitar 60 persen dari total belanja modal pada tahun ini sebesar Rp250 miliar. (lav)