"Dengan capaian 10,12 persen, itu kan lebih rendah. Ini momentum bagus untuk mencapai target. Tetapi, kalau tidak hati-hati ya, kita khawatir nanti Maret naik lagi," terang Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, mengutip Antara, Kamis (4/1).
Ia menuturkan, sebelumnya Bappenas memprediksi tingkat kemiskinan hanya akan mencapai 10,4 persen, namun ternyata penurunannya lebih tinggi dari ekspektasi. Sesuai kesepakatan dengan DPR dalam APBN 2018, tingkat kemiskinan ditargetkan mencapai 9,5-10 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi, harus dipastikan sejak Januari ini, dan Menteri Keuangan sudah menyampaikan dalam sidang kabinet bahwa anggaran dana desa sudah bisa dikucurkan. Kemudian juga, Menteri Sosial komitmen rastra sudah bisa digelontorkan di awal tahun," kata Bambang.
Secara keseluruhan, tingkat kemiskinan sejak periode 1999 hingga September 2017 di Indonesia terus mengalami penurunan dari sisi jumlah maupun persentase. Pada 1999 silam, jumlah penduduk miskin sempat tercatat mencapai 47,97 juta orang atau sekitar 23,43 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.
Pengecualian terjadi pada 2006, September 2013 dan Maret 2015 yang dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak. (antara/bir)