Menteri ATR Sofyan Djalil menuturkan, anggaran sertifikasi akan dicairkan pada bulan ini. Kondisi ini berbeda dibandingkan tahun lalu, di mana anggaran diluncurkan dalam dua tahap. Sayangnya, ia tak menyebutkan anggaran sertifikasi tanah untuk tahun ini.
“Tahun ini, sertifikasi jadi lebih mudah karena di tahun lalu, anggaran pertama itu untuk 2 juta bidang lahan dan sisanya muncul di Agustus. Kalau ini, anggaran sudah muncul di awal tahun,” jelas Sofyan ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap, hambatan selama sertifikasi lahan di tahun lalu tidak akan terulang lagi di tahun ini. Adapun, empat permasalahan sertifikasi tanah selama tahun lalu, yakni tanahnya tak terdaftar di kelompok desa, ada juga sengketa lahan terkait aspek yuridis, tanah adat yang belum memilki pemilik, serta terdapat 46 juta sertifikat yang sudah diterbitkan namun belum terpetakan.
Di sepanjang tahun lalu, pemerintah awalnya menganggarkan Rp1,4 triliun di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Angka ini meningkat Rp1,1 triliun dan dimasukkan di dalam APBNP 2017. (bir)