Jokowi 'Pecut' BPN Selesaikan Sertifikat Tanah di 2025

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 28/12/2017 18:47 WIB
Jokowi 'Pecut' BPN Selesaikan Sertifikat Tanah di 2025 Menurut Jokowi, dari 126 juta warga yang harusnya memegang sertifikat tanah, baru sekitar 46 juta di antaranya yang memiliki sertifikat tanah. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menargetkan seluruh sertifikat tanah di Indonesia selesai dibagikan kepada masyarakat pemilik tanah pada 2025 mendatang.

"Target saya pada 2025 harus rampung urusan sertifikat. Artinya, pegawai BPN (Badan Pertanahan Nasional) tidak tidur, pokoknya saya kejar terus, saya ikuti prosesnya," kata Jokowi dalam acara pembagian sertifikat tanah di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat, mengutip Antara, Kamis (28/12).

Jokowi membagikan 110.394 sertifikat untuk lahan di Kalimantan Barat. Pada saat yang bersamaan, 6 menteri Kabinet Kerja membagikan sertifikat di provinsi lain. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membagikan sekitar 469 ribu sertifikat di Jawa Timur. Menteri Pertanian Amran Sulaiman membagikan 90.543 sertifikat di Makassar.


Selanjutnya, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri membagikan 63.926 sertifikat, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur membagikan 82.121 sertifikat di Jambi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar membagikan 122 sertifikat di Lampung, serta 140.335 sertifkat dibagikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Palembang.

"Sebelumnya, saya minta sertifikatnya diangkat semua yang di Kalbar, Sulteng, Sulsel, Jatim, Lampung, Jambi, Sumsel. Jangan turun dulu, mau saya hitung," tutur Jokowi.

Sekadar informasi, ada 1.080.000 sertifikat yang dibagikan dari seluruhnya 4,2 juta sertifikat yang dibagikan sepanjang tahun. Adapun, targetnya 5 juta sertifikat.

"Target kami, 5 juta yang dibagikan tahun ini, tahun depan 7 juta. Tahun 2019, target kami 9 juta. Pokoknya, pegawai BPN, kanwil BPN, gak tidur, gak tahu berapa tahun," ungkap mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ia bahkan mengaku, sudah mengangkat ribuan juru ukur baru untuk mempercepat proses sertifikasi tanah.

"Katanya pak menteri ke saya, ‘Pak juru ukurnya kurang pak’. Sudah dicari, sudah berapa pak? Sudah tambah 4.600 juru ukur. Kalau kurang, tambah lagi. Tidak ada alasan rakyat tidak pegang sertifikat," tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, sudah berpuluh-puluh tahun BPN hanya membagikan 400-500 ribu sertifikat per tahun.

"Saya hitung kalau dari 126 juta warga yang harus pegang sertifikat dan saat ini baru diberikan 46 juta sertifikat, berarti masih 80 juta sertifikat yang belum dibagikan. Jika setiap tahun 500 ribu sertifikat, baru 160 tahun selesai. Saya gak mau itu," imbuhnya. (Antara/bir)