"Target saya pada 2025 harus rampung urusan sertifikat. Artinya, pegawai BPN (Badan Pertanahan Nasional) tidak tidur, pokoknya saya kejar terus, saya ikuti prosesnya," kata Jokowi dalam acara pembagian sertifikat tanah di lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat, mengutip Antara, Kamis (28/12).
Jokowi membagikan 110.394 sertifikat untuk lahan di Kalimantan Barat. Pada saat yang bersamaan, 6 menteri Kabinet Kerja membagikan sertifikat di provinsi lain. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membagikan sekitar 469 ribu sertifikat di Jawa Timur. Menteri Pertanian Amran Sulaiman membagikan 90.543 sertifikat di Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya, saya minta sertifikatnya diangkat semua yang di Kalbar, Sulteng, Sulsel, Jatim, Lampung, Jambi, Sumsel. Jangan turun dulu, mau saya hitung," tutur Jokowi.
Ia bahkan mengaku, sudah mengangkat ribuan juru ukur baru untuk mempercepat proses sertifikasi tanah.
"Katanya pak menteri ke saya, ‘Pak juru ukurnya kurang pak’. Sudah dicari, sudah berapa pak? Sudah tambah 4.600 juru ukur. Kalau kurang, tambah lagi. Tidak ada alasan rakyat tidak pegang sertifikat," tegas Jokowi.
"Saya hitung kalau dari 126 juta warga yang harus pegang sertifikat dan saat ini baru diberikan 46 juta sertifikat, berarti masih 80 juta sertifikat yang belum dibagikan. Jika setiap tahun 500 ribu sertifikat, baru 160 tahun selesai. Saya gak mau itu," imbuhnya. (antara/bir)