Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe menuturkan, hal ini akan membuat IHSG terkoreksi sebelum kembali kokoh di teritori positifnya. Namun begitu, ia menyebut bahwa kondisi ini sebagai koreksi sehat.
"Jadi, koreksi dulu, karena IHSG sudah terlalu tinggi. IHSG akan turun dulu baru naik lagi," tutur Kiswoyo kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu, tren kenaikan terbuka sampai ke level 6.500," terang dia.
Di sisi lain, Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko berpendapat, koreksi yang terjadi pada IHSG bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan akumulasi beli.
"Kesempatan akumulasi bisa di saham big capitalization (big cap) dan lapis kedua," papar Yuganur dalam risetnya.
Lihat juga:Menggali Cuan Lewat Fintech Pinjam-Meminjam |
Adapun, sepanjang pekan lalu IHSG turun tipis 0,03 persen ke level 6.353. Namun, nilai kapitalisasi pasar tetap menguat 0,11 persen menjadi Rp7.060 triliun.
Sementara, mayoritas indeks di bursa saham Wall Street menguat akhir pekan lalu. Dow Jones naik 0,88 persen, S&P500 meningkat 0,7 persen, dan Nasdaq Composite menanjak 0,83 persen. (bir)