"Tahun ini targetnya 54 titik (BBM satu harga). Mohon dapat dikerjakan dengan baik," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan di Jakarta, Senin (8/1).
Sama dengan tahun lalu, lokasi BBM satu harga berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Jonan pun mengistruksikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar terus mengawasi pelaksanaan BBM satu harga.
"Untuk program strategis nasional yang dicanangkan Bapak Presiden (Joko Widodo), program BBM satu harga ini yang satu-satunya program dari Kementerian ESDM yang tercapai 100 persen," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi penetapan BBM satu harga diatur di dalam SK Direktur Jenderal Migas Nomor 09.K/10/DJM.O/2017, di mana pemerintah menetapkan 150 lokasi yang dikerjakan oleh Pertamina, dan tujuh lokasi digarap oleh AKR.
Selama ini, lanjut Jonan, harga BBM di wilayah 3T mengalami disparitas harga yang cukup tinggi. Adapun dalam program BBM satu harga, pemerintah mematok harga BBM beroktan (RON) 88 atau premium sebesar Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter.
Sebagai informasi, hingga akhir tahun lalu, program BBM satu harga telah berada di 57 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah BBM yang disalurkan sekitar 133 kilo liter (kl) per hari atau 4 ribu kl per bulan. Sebanyak 54 titik diantaranya ditugaskan kepada Pertamina. Sementara tiga sisanya ditugaskan kepada AKR Korporindo. (agi)