"Tahun 2017 itu kami menargetkan bisa mengangkut 373 juta penumpang. Artinya, realisasi 389 juta itu sudah melebihi dari target," tutur Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam konferensi pers di Gedung Jakarta Railway Center, Selasa (9/1).
Edi mengungkapkan, kenaikan jumlah penumpang tak lepas dari penambahan kapasitas yang dilakukan perseroan di rute-rute tertentu. Penambahan itu bisa berupa penambahan frekuensi perjalanan maupun jumlah gerbong. Salah satunya, pada jalur Jakarta-Bandung yang tinggi permintaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi menjelaskan, perseroan masih terus mencari cara untuk mengoptimalkan angkutan barang. Ke depan, perusahaan mempertimbangkan untuk menyediakan sarana antar jemput barang dari stasiun dan ke lokasi tujuan, sehingga bisa meningkatkan daya saing dengan moda angkutan barang lain.
Direktur Komersial KAI Bambang Eko Martono menambahkan, tahun ini perseroan optimistis angkutan barang akan meningkat setidaknya 10 persen karena ada peningkatan permintaan untuk angkutan batu bara di Sumatera Selatan dan peti kemas di Jawa, terutama di jalur Jakarta-Semarang-Surabaya.
"Untuk angkanya (laba bersih), besok akan saya informasikan setelah kami menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," ujarnya.
Natal dan Tahun Baru
Dalam kesempatan yang sama, Edi juga melaporkan realisasi jumlah penumpang KA selama periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Selama periode 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018, perseroan mengangkut 4.853.564 juta penumpang atau naik 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 4.611.472 juta penumpang.
Jumlah itu terdiri dari 571.176 penumpang KA eksekutif, 282.623 penumpang KA bisnis, 1.728.450 penumpang KA ekonomi, dan 2.271.315 penumpang KA lokal.
Dalam hal ketepatan waktu, perseroan juga mencatatkan peningkatan. Untuk kereta keberangkatan reguler, ketepatan waktu naik dari 97 persen menjadi 99 persen, sedangkan kereta kedatangan reguler naik dari 36 persen menjadi 56 persen.
Hal yang sama juga terjadi pada KA keberangkatan tambahan yang naik dari 86 menjadi 98 persen dan KA kedatangan tambahan yang juga naik dari 27 persen menjadi 55 persen.
Adapun puncak masa angkutan Natal dan Tahun Baru terjadi pada tanggal 1 Januari 2018 dengan jumlah penumpang mencapai 334.318 penumpang. Peningkatan okupansi yang luar biasa terjadi pada KA Argo Parahyangan jalur Gambir-Bandung, di mana dari 13 perjalangan pulang pergi (pp), perseroan mencatat keterisian penumpang rata-rata 97,48 persen.
Perseroan menduga, hal ini disebabkan oleh beberapa pengerjaan proyek di jalan tol antara Jakarta dan Bandung yang kerap mengakibatkan kemacetan sehingga masyarakat memilih untuk beralih ke moda transportasi KA. (agi)