Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menjelaskan, kerja sama dengan BUMN ini dilakukan untuk memperjelas aset BUMN yang belum tersertifikasi hingga saat ini.
"Banyak aset negara yang tidak jelas, banyak aset negara yang diduduki pihak ketiga," terang Sofyan, Rabu (10/1).
Pihaknya mengaku memang mengincar BUMN yang memiliki banyak aset, seperti Pelindo. Hanya saja, Sofyan tidak menyebut secara rinci perkiraan jumlah aset Pelindo yang belum tersertifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya berharap MoU ini dapat menyelesaikan persoalan lahan yang bermasalah dengan percepatan sertifikasi yang diberikan oleh Kementerian ATR/BPN.
Sayangnya, Elvyn juga belum bisa menyebutkan mana saja lahan milik perusahaan yang masih bermasalah. Namun yang pasti, lahan bermasalah itu diduduki oleh pihak lain.
Sementara itu, Sofyan mengatakan, pihaknya telah menerbitkan 4,2 juta sertifikat lahan tanah. Sementara, Kementerian ATR/BPN telah mengukur dan memetakan tanah dengan jumlah 5,2 juta sertifikat.
"Tahun ini 7 juta sertifikat targetnya. Masih ada sisa 80 juta sertifikat yang harus kami capai," ucap Sofyan.