Rasio aset Temasek, holding BUMN Singapura, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negaranya pada 2012 lalu tercatat 93,87 persen atau sebesar 361,49 juta dolar Singapura. Angka ini tumbuh berlipat-lipat jadi 410,27 juta dolar Singapura pada 2016.
Hal serupa juga terjadi pada Khazanah, holding BUMN Malaysia, yang membukukan perkembangan rasio aset terhadap PDB negaranya. Yaitu, dari 971,25 miliar ringgit Malaysia pada 2012 menjadi sebesar 1.230 miliar ringgit Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Namun, kemampuan BUMN Indonesia yang relatif baik di 2017 diwakili oleh 20 BUMN yang sudah go public di pasar modal (melakukan penawaran saham perdana). Terlihat dari rasio Return on Asset (RoA) BUMN Indonesia yang lebih tinggi daripada Khazanah, namun masih dibawah Temasek,” ujarnya, mengutip Antara, Rabu (17/1).
Pengelolaan BUMN dengan skema holding atau parsial ini pun memberikan dampak besaran kontribusi yang cukup berbeda terhadap PDB.
“Melalui holding BUMN dapat lebih gigantis (meraksasa) dari sisi aset. Karena, Indonesia memiliki pasar yang besar yang tidak dimiliki negara tetangga dan gencarnya pembangunan ke berbagai daerah,” imbuh Toto. (antara/bir)