Modal Subsidi Pemerintah, Anies Bangun Rumah DP Nol Rupiah

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 13:51 WIB
Modal Subsidi Pemerintah, Anies Bangun Rumah DP Nol Rupiah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengimplementasikan program dp nol rupiah dengan memanfaatkan program FLPP atau subsidi perumahan pemerintah pusat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut hunian Klapa Village yang baru mulai dibangun pihaknya untuk program uang muka (Down Payment/DP) nol rupiah akan menggunakan skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program tersebut nantinya akan ditangani oleh Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang akan segera dibentuk Pemprov DKI Jakarta.

"Insya Allah, April BLUD yang urusi ini akan tuntas dan skema FLPP yang kami gunakan akan dilaksanakan, sehingga rumah-rumah ini dapat dijangkau warga berpenghasilan di bawah Rp7 juta," kata Anies saat peletakan batu pertama (ground breaking) Rumah DP Nol Rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1).

Anies menjelaskan, program yang digagas pemerintahannya ini dilakukan untuk meringankan pembayaran angsuran bagi warga DKI Jakarta yang ingin membeli dan belum memiliki rumah. Ia mengaku, program DP nol rupiah akan dijalankan dengan memanfaatkan program FLPP pemerintah pusat.


FLPP adalah pembiayaan perumahan dengan skema subsidi dari pemerintah, bekerjasama dengan bank nasional. Dalam skema tersebut, pemerintah pusat menempatkan sejumlah dana di bank untuk disalurkan dalam bentuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat dengan bunga yang rendah.

KPR FLPP dipatok dengan suku bunga flat sebesar 5 persen dan jangka waktu cicilan hingga 20 tahun. Namun, KPR FLPP mensyaratkan DP sebesar satu persen, yang kemudian akan disubsidi oleh Pemprov DKI Jakarta.

Implementasi program DP nol rupiah diklaim Anis sudah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/16/PBI/2016 tanggal 29/10/2016 loan to value atas KPR dan DP Kendaraaan Bermotor.

Syarat dan Ketentuan
Untuk dapat memperoleh rumah melalui program DP nol persen, calon pembeli harus memenuhi beberapa kriteria. Kriteria tersebut, yakni pembeli adalah warga DKI Jakarta, diutamakan sudah menikah, belum pernah memiliki rumah atas nama pribadi, dan belum pernah mendapat fasilitas kredit FLPP.
rumah.


Calon pembeli harus memiliki gaji minimal sesuai UMP (Upah Minimum Provinsi) DKI Jakarta sebesar Rp3,6 juta dan gaji maksimal Rp7 juta.

Harga jual unit hunian melalui program ini adalah sebesar Rp 8,8 juta per meter persegi untuk wilayah Jakarta Timur. Dengan demikian, perkiraan harga huniah di Klapa Village yakni Rp320 juta untuk tipe 36 (dua kamar) dan Rp185 juta untuk tipe 21 (satu kamar).

Hunian Klapa Villlage tak semuanya dibangun untuk program DP nol persen atau menggunakan sekma FLPP. Dari empat tower yang dibangun, tiga tower lainnya dijual dengan skema KPR non-FLPP.

"Ini untuk menjaga keberlanjutan atau sustainability PD Pembangunan Sarana Jaya dan mendukung program Pemprov DKI dalam menyediakan hunian DP Nol Rupiah di tempat lain" kata Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan.


Pemprov DKI juga melibatkan pihak swasta dalam pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Proporsinya, diatur tergantung pada lokasi lahan secara rata-rata 70 persen diperuntukkan bagi komersial dan 30 persen diperuntukkan bagi MBR.

Dalam pelaksanaan pembangunan proyek ini, PD Pembangunan Sarana Jaya dibantu atau bermitra dengan PT Totalindo Eka Persada, Tbk yang merupakan perusahaan terbuka swasta nasional dengan bisnis intinya sebagai kontraktor sekaligus pengembang bangunan tinggi.

Anies berharap, proyek rusunami tahap pertama ini dapat rampung dalam waktu 1,5 tahun mendatang. Ia pun mengingatkan kepada para pengembang proyek untuk menjaga kualitas bangunan yang mulai proses konstruksi itu.

"Karena kita ingin memastikan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tidak kemudian sama dengan perumahan berkualitas rendah," kata Anies. (agi/agi)