Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mengatakan, pemakaian anggaran Kemenhub tahun lalu hanya sebesar 86 persen dari total anggaran sebesar Rp47,94 triliun. Angka itu dibawah target realisasi yang diharapkan mencapai level 96 persen.
"Secara berjenjang realisasi memang ada peningkatan, tapi dari target 92 persen hanya 86 persen yang terealisasi," ungkap Fary, Rabu (24/1).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku, pihaknya menemui beberapa hambatan dalam merealisasikan anggaran tahun lalu, diantaranya proses persiapan dokumen kontrak tahun jamak atau multiyears, dan masalah pembebasan lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, anggaran sepanjang 2017 ditargetkan untuk mendanai beberapa kegiatan, seperti belanja pegawai sebesar Rp12,54 triliun atau dengan persentase 26,16 persen dan belanja modal sebesar Rp31,57 triliun atau berkontribusi sekitar 65,84 persen.
Kemudian, Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp8,82 triliun, Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp18,84 triliun, Badan Pengembangan SDM Perhubungan sebesar Rp4,24 triliun, Badan Penelitian dan Pengembangan sebesar Rp116,19 miliar, dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp120,44 miliar.
"Realisasi anggaran tahun 2017 sebesar Rp41,42 triliun atau sebesar 86,39 persen," terang Budi.
Meski realisasi tak menyentuh target, Budi mengklaim realisasi anggaran tahun lalu tetap tumbuh 12,76 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016. Pasalnya, realisasi anggaran tahun 2016 hanya sekitar Rp31,77 triliun atau sebesar 73,63 persen.
Sementara itu, jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kemenhub tahun 2017 tercatat Rp7,23 triliun. Angka ini meningkat Rp550 miliar dari tahun 2016 yang hanya Rp6,68 triliun. (lav/bir)