Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan, pada tahun ini, pihaknya menargetkan kepesertaan aktif mencapai 29,65 juta perserta, naik 13,03 persen dari realisasi tahun lalu. Beberapa strategi pun telah dipersiapkan untuk mengejar target kepesertaan, antara lain dengan sistem keagenan yaitu Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) dan meneguhkan penegakan hukum.
Teknologi sistem informasi juga akan diperbaharui untuk mendukung peningkatan kepesertaan dan pelayanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun lalu, menurut Agus, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp26,71 triliun. Pengelolaan dana investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian atau Yield on investment (YoI) sebesar 9,4 persen.
Sementara itu, alokasi aset BPJS Ketenagakerjaan untuk tahun 2017 didominasi surat utang sebesar 58,70 persen, kemudian diikuti saham sebesar 18,99 persen, deposito sebesar 12,46 persen, reksadana 9,13 persen, properti 0,58 persen dan penyertaan 0,13 persen.
Sementara itu, pembayaran klaim dan jaminan yang dilakukan sepanjang tahun 2017 mencapai Rp25,36 triliun yang berasal dari empat program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. (agi)