Berdasarkan keterangan tertulis di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham UNVR ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 9,6 persen menjadi Rp7 triliun sepanjang 2017.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sancoyo Antarikso mengaku, sektor barang konsumsi mengalami tantangan bisnis pada tahun lalu. Hal itu terbukti dari rendahnya daya beli masyarakat, termasuk tingkat konsumsi rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan bisnis pada 2017 adalah rendahnya tingkat konsumsi rumah tangga. Hal ini menekan pertumbuhan industri barang konsumsi di Indonesia," ujar Sancoyo dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2).
Kendati demikian, perseroan mengklaim dapat menyesuaikan diri dengan kondisi penuh tantangan dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen.
Di tengah pertumbuhan pasar yang lebih lemah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, perseroan tetap berekspansi pada tahun ini dengan menanggarkan belanja modal Rp1,7 triliun. Nantinya, dana akan digunakan untuk mendukung inovasi selanjutnya. (lav/bir)