Sekretaris Media Kelompok Bank Dunia David Theis mengatakan, pihaknya tak memiliki kekhawatiran berlebihan atas aktivitas vulkanik dan seismik Gunung Agung.
"Yang kami dengar dari pemerintah, lokasi gunung berapi jauh dari lokasi acara. Tak ada kekhawatiran yang disampaikan bahwa akan terjadi sesuatu yang akan mengganggu terselenggaranya pertemuan, terlepas dari aktivitas vulkanik," ujar Theis saat memberikan pengarahan kepada media di Hotel Atlet Century Park, Jumat (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Kantongi Empat Nama Calon Gubernur BI |
Hingga saat ini, lanjut Theis, diskusi dengan pemerintah Indonesia fokus membahas penyelenggaraan pertemuan di Bali, tidak ada lokasi lain. Bank Dunia percaya terhadap rencana kontingensi yang disiapkan oleh pemerintah Indonesia seandainya terjadi kendala akibat aktifitas Gunung Agung.
"Tidak ada diskusi mengenai plan B, rencananya adalah menyelenggarakan pertemuannya di sini [Bali]," ujarnya
Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi industri terkait pariwisata di Bali seperti perhotelan, restoran, dan bisnis lokal yang diperkirakan mencapai puluhan juta dolar AS. Selain itu, negara juga akan mendapatkan penerimaan pajak dari peningkatan aktivitas tersebut.
"Secara historis, pertemuan tahunan dan industri pariwisata akan mendatangkan keuntungan substansial kepada perekonomian tuan rumah, khususnya di negara berkembang atau kawasan di mana pertemuan memungkinkan kawasan mempromosikan dirinya sendiri," ujarnya.
Hal terpenting, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk suara Indonesia didengar oleh dunia. Dalam kegiatan ini, Indonesia bisa memamerkan potensi dan pencapaiannya, baik di bidang perekonomian maupun kebudayaan.
Pertemuan Utama Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali pada 12-14 Oktober 2018. Pertemuan tersebut akan didahului dengan sejumlah agenda seperti seminar dan acara lain untuk membahas perkembangan perekonomian dunia. (gir)