Indonesia Gaet Amerika Tingkatkan Keamanan Produk Konsumsi

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 06:30 WIB
Indonesia Gaet Amerika Tingkatkan Keamanan Produk Konsumsi Kementerian Perdagangan melakukan kerja sama peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pertukaran informasi dengan Komisi Keamanan Produk AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Delegasi Kementerian Perdagangan mengunjungi Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk menindaklanjuti kerja sama peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pertukaran informasi dengan Komisi Keamanan Produk AS (United States Consumer Product Safety Commission/US-CPSC).

Kegiatan tersebut adalah tindak lanjut penandatanganan MoU tentang keamanan produk antara Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag dan US-CPSC di Jakarta pada 15 Desember 2017 lalu. MoU tersebut berlaku untuk periode 2017-2019.

Direktur Jenderal PKTN Syahrul Mamma mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Kemendag dalam meningkatkan keamanan produk serta perlindungan terhadap konsumen, sehingga diharapkan produk-produk yang beredar di pasar Indonesia terjamin mutunya.


"Selain itu, produk-produk Indonesia juga diharapkan dapat memenuhi ketentuan mutu di pasar AS," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/2).


Kerja sama ini, lanjutnya, bertujuan mengurangi risiko cidera dan kematian akibat penggunaan atau konsumsi produk oleh konsumen, baik di Indonesia maupun di AS.

US-CPSC merupakan badan federal AS yang bertugas melindungi masyarakat dari risiko cidera dan kematian yang tidak diinginkan akibat mengonsumsi suatu produk.

"Dalam kunjungan ke AS kali ini, Delegasi Kemendag dan US-CPSC membahas berbagai mekanisme pengawasan yang berlaku di AS, termasuk tata cara pengawasan pasar dan impor," jelas Syahrul.


Ia menjelaskan, kedua pihak juga mengunjungi lapangan untuk melihat pelaksanaan pengawasan di tingkat ritel dan mengunjungi pusat uji produk AS yaitu National Product Testing and Evaluation Center.

Selain bertemu dengan US-CPSC, dalam kunjungan kali ini Delegasi Kemendag juga menghadiri pertemuan dengan Asosiasi Distributor dan Peritel Alas Kaki AS (Footwear Distributors and Retailers of America/FDRA).

FDRA mewakili 80 persen total penjualan sepatu di AS dan beranggotakan lebih dari 130 perusahaan yang memasarkan 250 merek sepatu. Pasar AS, menurut Syahrul, merupakan pasar yang berarti bagi ekspor alas kaki Indonesia.

"AS merupakan pasar penting bagi ekspor alas kaki Indonesia dengan nilai sebesar US$1,22 miliar atau sekitar 7,5 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November 2017," kata Syahrul. (bir)