Badan akuntan profesional ICAS melansir, Asia masih akan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, terutama Indonesia. PwC memperkirakan, paritas daya beli (purchasing power parity) Indonesia akan berada di level US$5.424 triliun.
Dengan peringkat tersebut, Indonesia sukses meninggalkan negara-negara maju lainnya, seperti Jerman dengan paritas daya beli US$4.707 triliun atau berada di urutan ke-tujuh, Brazil di urutan ke-8, Meksiko di urutan ke-9, dan Inggris di urutan ke-10.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
India diproyeksi menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat ketiga di dunia dengan paritas daya beli mencapai US%19.511 triliun.
Kendati demikian, peringkat India itu masih jauh dibawah China dengan paritas daya beli sebesar US$38.008 triliun dan AS US$23.475 triliun.
Adapun, posisi keempat diisi oleh Jepang (US$5.606 triliun). Sementara, negara-negara maju seperti Italia, Spanyol, Korea Selatan semakin tertinggal. (bir)