Program padat karya dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada akhir Februari 2018.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Rudiana menyebutkan pihaknya telah menyiapkan anggaran pelaksanaan program. Rencananya, program padat karya tunai akan dilaksanakan di 323 Unit Pelaksana Teknis (UPT).
"Sesuai arahan Menteri Perhubungan, kami memastikan program padat karya tunai akan dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat," ujar Rudiana seperti dikutip dari keterangan tertulis di laman resmi Kemenhub, Selasa (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan padat karya di Labuan Bajo juga bertujuan mensosialisasikan kepada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di tengah semakin meningkatnya wisatawan yang satang berkunjung ke wilayah tersebut.
"Labuan Bajo menjadi destinasi wisata unggulan sehingga keberadaan pelabuhan sebagai pintu gerbang utama kapal-kapal wisata yang hilir mudik mengantar wisatawan dapat terus terjaga kebersihannya," tegas Rudiana.
Sebagai informasi, beberapa pekerjaan sederhana yang dilakukan di lingkungan Pelabuhan Labuan Bajo di antaranya adalah pembersihan sampah di dalam pelabuhan dan area sekitarnya. (lav)