Adapun, kereta yang disiapkan mencapai 393 kereta per hari. Direktur Operasional KAI Slamet Suseno menyebutkan KAI memberikan tambahan sebanyak 40 kereta khusus menghadapi arus mudik lebaran. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, yaitu 46 kereta tambahan.
"Tambahan tahun lalu ke kereta api reguler, sehingga tahun ini kami hanya menambah 40 kereta," ujarnya, Senin (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkirakan, puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Juni mendatang atau tepatnya H-2 lebaran. Sementara, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Juni 2018. Dengan demikian, kereta api tambahan akan beroperasi pada 4-26 Juni 2018.
Bagi pemudik yang ingin membawa motor saat pulang ke kampung halaman, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyiapkan unit pelayanan angkutan motor gratis (motis).
"Di 2017, 18.096 realisasinya 13.336 atau 73.6 persen dari target. Tahun ini juga sama untuk targetnya," kata Slamet.
Masyarakat sudah dapat mendaftarkan motor untuk diangkut pemudik secara online sejak 9 Februari hingga 24 Juni mendatang melalui situs mudikgratis.dephub.go.id. Kemudian, untuk pendaftaran secara online dapat dilakukan melalui stasiun yang ditunjuk dengan dua jadwal.
Lihat juga:Kemenhub Fokus Persiapan Mudik Lebaran 2018 |
Pertama, untuk penumpang yang menggunakan fasilitas tiket KA Ekonomi Public Service Obligation (PSO) dan KA Ekonomi non-PSO dapat melakukan pendaftaran pada 9 Februari sampai 9 Mei 2018.
Kedua, penumpang dapat melakukan pendaftaran sejak awal penjualan tiket KA tambahan sampai hari ke-30 penjualan KA tambahan.
Selanjutnya, untuk pendaftaran langsung motor yang tidak difasiltiasi pemesanan tiket dan pendaftaran langsung motor untuk contra flow dapat dilakukan sejak 9 Mei-24 Juni 2018. (bir)