Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menilai ekonomi Indonesia bisa saja tak terkena dampak ketidakpastian pasar global. Asalkan mampu mengelola konsumsi masyarakat dengan baik. Terlebih, konsumsi masyarakat saat ini sangat besar dengan populasi raksasa.
"Untuk menjaga confidence (kepercayaan diri) itu, kita sebetulnya perlu mendorong hal-hal yang bisa menstimulasi permintaan dari dalam negeri," ungkap Mari Elka, Kamis (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, menurut dia, kepercayaan masyarakat menurun karena adanya isu pajak, ketidakpastian peraturan, dan belanja pemerintah. Padahal, ketiganya berperan mendorong permintaan domestik.
"The fed kelihatannya akan lebih cepat menaikkan suku bunga. Jadi semua ini pertanda ketidakpastian eksternal yang akan bertambah," ucap Mari Elka.
Sejauh ini, nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran Rp13.700 per dolar AS. Pada perdagangan kemarin, Kamis (5/4), rupiah tepatnya turun 2 poin atau 0,01 persen di Rp13.766 per dolar AS.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Februari 2018 turun menjadi 122,5 dari posisi Januari 2018 di level 126,1.