Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan IHSG memang sudah masuk dalam tren penguatan, hanya saja penguatannya masih bersifat terbatas. Sebab, pelaku pasar masih saja fokus pada perkembangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
"Investor masih harus mencermati kondisi gejolak di global," ungkap Frederik melalui risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG bergerak menguat, sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup baik.
Hari ini, William meramalkan IHSG berada dalam rentang support 6.171 dan resistance 6.389. Ia melihat IHSG sedang berusaha menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.
Sebagai informasi, IHSG ditutup naik 79,68 poin atau 1,27 persen ke level 6.325 setelah bergerak di antara 6.243-6.334. Penguatan ini sejalan dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang tercatat naik 10 poin atau 0,07 persen di Rp13.751 per dolar AS.
Hal yang sama terjadi pada bursa saham Wall Street yang ditutup menguat tadi malam. Terpantau, Dow Jones naik 1,79 persen, S&P500 naik 1,67 persen, dan Nasdaq Composite naik 2,07 persen.