"Kalau kita tidak berhasil mengubah budaya dan reputasi itu, terutama di sektor migas, (anak muda) yang pintar-pintar, yang cemerlang tidak akan tertarik lagi untuk masuk ke sektor migas," ujar Jokowi saat menghadiri Pembukaan Konvensi dan dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-42 Tahun 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (2/5).
"Apakah sebuah industri itu menjadi simbol sebagai inovasi? simbol dari kemajuan? simbol dari terobosan-terobosan yang membawa masyarakat ke masa depan yang lebih baik? atau simbol dari pencemaran dan kerakusan," ujar Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau anak-anak muda meneruskan usaha di sektor migas, status mereka bisa naik jauh dan dipandang oleh sesama angkatannya dengan baik," ujarnya.
Sejak tahun lalu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral setidaknya telah memangkas 186 aturan, di mana 14 diantaranya terkait dengan sektor hulu migas.
"Inilah industri dengan nama-nama besar, dengan tokoh-tokohnya yang sering membikin gemetar para politisi. Enggak tahu mengapa mereka gemetar tapi untuk saya ya biasa-biasa saja," candanya.
Secara terpisah, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Ronald Gunawan mengungkapkan industri migas terus mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam hal adaptasi dan inovasi teknologi. Untuk itu, peranan generasi muda sangat penting.
"Masalah IT di sektor minyak cukup canggih karena kita (industri) kan memproses data besar-besar," jelasnya.
Beragam topik diskusi yang akan dibahas meliputi 1) Governments on Innovation of New Technology Improvement, 2) Impact of Digital Internet of Things in the Upstream Oil and Gas, 3) New Business Model in Gross Split System, dan 4) Technology for Decommisioning.
Sebagai informasi, Konvensi dan Pameran IPA ke-42 Tahun 2018 digelar pada 2 - 4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center (JCC). Gelaran ini diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta dari 116 perusahaan di sektor perminyakan dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 20 ribu pengunjung. (lav)