Empat operator tersebut, di antaranya PT Indosat Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom, dan 3 Hutchinson.
"Indosat sudah 30 tahun lalu berdirinya, XL 20 tahun lalu berdirinya," ucap Rudiantara, Selasa (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unicorn merupakan perusahaan rintisan (startup) yang memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar.
Tiga dari empat perusahaan operator telekomunikasi tersebut merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketiga perusahaan tersebut, yakni Indosat, XL Axiata, dan Smartfren.
Mengutip data BEI per Selasa (8/5), nilai kapitalisasi XL Axiata sebesar Rp19,18 triliun, Indosat sebesar Rp18,68 triliun, dan Smartfren sebesar Rp5,91 triliun.
Sementara bila dilihat dari sisi aset masing-masing emiten sepanjang 2017, XL Axiata memiliki aset sebesar Rp56,32 triliun, Indosat sebesar Rp50,66 triliun, dan Smartfren sebesar Rp20,7 triliun.
Melihat potensi dari startup di Indonesia, Rudiantara mengaku tak akan membuat regulasi yang memberatkan. Salah satu yang akan dilakukan adalah membuat prosedur perizinan yang mudah menggunakan e-registrasi.
"Ini karena berhadapan dengan anak muda Indonesia yang pola pikirnya beda," tutup Rudiantara. (agi)