"Ini kan terus berjalan, artinya persiapan tetap dilakukan," kata Sri Mulyani, seperti dikutip dari Antara, Senin (14/5).
Menurut dia, saat ini, koordinasi terkait keamanan telah dilakukan antara pemerintah dengan TNI maupun Polri agar pertemuan yang berlangsung di Bali ini tidak mengalami gangguan aksi maupun serangan teror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga akan terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara di AS agar pertemuan yang menurut rencana dihadiri sebanyak 15 ribu peserta dari berbagai negara ini bisa berjalan dengan baik.
"Serangan teroris terjadi di berbagai negara juga, mereka pasti akan melakukan evaluasi karakter serangan seperti apa, bagaimana bentuk ancamannya dan bagaimana mitigasinya," ujarnya.
"Saat kondisi perekonomian global sedang bergejolak, tentu kita tidak ingin menambah persepsi bahwa Indonesia tidak dalam keadaan aman. Dalam hal ini negara harus disampaikan aman," terangnya.
Ledakan bom sebelumnya terjadi pada Minggu (13/5) di tiga gereja yang berlokasi di Surabaya, yaitu Gereja Santa maria Tak Bercela Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.
Kemudian, serangan bom berlanjut di depan gapura Molrestabes Surabaya pagi tadi. Peristiwa itu mengakibatkan beberapa polisi sedang berjaga dan warga terluka. (antara)