Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk ekspansi akan meningkat, karena beban bunga kredit berpotensi naik usai suku bunga acuan dinaikkan.
Namun, Hariyadi cukup memaklumi keputusan BI karena nilai tukar rupiah terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian, kenaikan suku bunga acuan diharapkan bisa kembali membuat rupiah terapresiasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia sebagai negara importir juga tertekan," imbuh Hariyadi.
"Jadi semua kondisi perlu hati-hati, daya beli juga kan belum normal. Bisa dilihat dari kondisi ritel di dalam negeri yang justru menurun pada 2017 dan sekarang stagnan," papar Hariyadi.
Kendati begitu, Apindo masih akan melihat dampak pengaruh dari pertumbuhan perusahaan kepada pertumbuhan ekonomi setelah kenaikan suku bunga acuan tersebut. Tahun ini, Apindo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, lebih rendah dari prediksi pemerintah yang mencapai 5,4 persen.
Lihat juga:Baht, Peluit Krisis Mata Uang Asia |
Ia menambahkan, dampak dari kenaikan suku bunga acuan memang tak akan langsung dalam hitungan hari. Setidaknya, jumlah beban biaya kredit akan disesuaikan satu bulan kemudian. (lav/bir)