Analis Arta Sekuritas Frederik Rasali mengungkapkan spekulasi ini muncul karena nilai tukar rupiah yang semakin tertekan akhir-akhir ini, bahkan sempet menembus level Rp14.200 per dolar Amerika Serikat (AS).
"Rupiah cenderung membuat pelaku pasar khawatir akan adanya kenaikan kembali suku bunga bank BI dalam waktu dekat," ungkap Frederik dalam risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, rupiah pada perdagangan kemarin ditutup turun 34 poin atau 0,24 persen di level Rp14.190 per dolar AS.
Di sisi lain, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berharap arus dana asing bisa kembali ke pasar modal untuk bisa mendongkrak kinerja IHSG yang sudah anjlok di bawah 6.000 ini.
"Peluang kembali nya arus modal asing masih sangat diharapkan untuk kembali dapat mendongkrak IHSG menuju level tertinggi sepanjang masanya kembali," papar William melalui risetnya.
Namun, ia masih optimis IHSG memiliki peluang untuk menguat sore ini dan bergerak dalam rentang support 5.703 dan resistance 5.936.
Informasi, saja, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,85 poin atau 49,45 persen ke level 5.733 setelah bergerak di antara 5.719-5.786.
Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa saham Wall Street justru menguat tadi malam. Dow Jones naik 1,21 persen, S&P500 naik 0,74 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,54 persen. (agi)