"Sekarang utang kita sekitar Rp4.000 triliun," ujar Sri Mulyani di Sukaharjo, dikutip dari Antara, Sabtu (26/5).
Sri Mulyani menyebut sesuai UU terkait keuangan negara, batas aman utang Indonesia maksimal 60 persen terhadap PDB. Ia menyayangkan pernyataan sejumlah pihak yang terus memojokkan posisi utang Indonesia saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemerintah Kembali Tarik Utang Rp15 Triliun |
Sri Mulyani menjelaskan bahwa utang masa lalu Indonesia sebenarnya telah dibayarkan. Namun, terdapat utang baru yang dibutuhkan untuk pembangunan.
"Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan, setiap tahun kita tidak boleh utang lebih dari 3 persen dari total kue ekonomi kita," jelasnya.
Tahun ini, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp1.894 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp2.220,7 triliun.
Ia mengatakan tingginya kebutuhan belanja negara tidak lepas dari banyaknya subsidi pemerintah yang masih dirasakan oleh masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga terus membenahi infrastruktur untuk kemudahan hidup masyarakat termasuk untuk perkembangan industri di dalam negeri. (antara/bir)