"Memang, belum 100 persen selesai. Akan tetapi lebih baik dari terminal lama dan mudah-mudahan upaya yang dilakukan dengan pengoperasian terminal baru ini bisa berjalan sesuai dengan rencana," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi saat meninjau bandara tersebut, seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/5).
Rencananya, Angkasa Pura I selaku pengelola bandara akan melakukan running test guna mengetahui kelayakan operasional bandara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah progres pembangunan mencapai 100 persen, menurut dia, terminal baru tersebut dapat menampung sebanyak 7 juta penumpang. Adapun terminal lama, hanya memiliki kapasitas 800 ribu penumpang per tahun.
"Rekomendasi yang diterima dari berbagai aspek, seperti dari sisi operasional, yakni marka-marka jalan yang harus dilengkapi, serta penyelesaian flow-nya seperti apa," ujarnya.
Semula, ia mengaku terminal baru tersebut akan mulai beroperasi secara fungsional pada 2 Juni 2018. Namun, jadwal tersebut mundur menjadi 6 Juni 2018 demi persiapan yang lebih matang.
Terminal baru tersebut rencananya memiliki luas area 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali lebih besar daripada luasan terminal lama Bandara Ahmad Yani yang hanya 6.708 meter persegi.
Luasan apron baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan dua pesawat wide body kargo. (antara/bir)