Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan bahwa penghentian sementara pembangunan konstruksi jalan dilakukan guna memberikan kelancaran pada arus mudik Lebaran.
"Penghentian pekerjaan tidak berlaku untuk penutupan lubang yang bersifat minor sehingga dapat meningkatkan kenyamanan berkendara," ujar Arie dikutip dari keterangan resmi, Senin (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arie, pihaknya telah melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan nontol baik di lintas utara, tengah dan selatan Jawa. Selain itu, pada 2018, kondisi jalan di ruas Pantai Selatan Jawa terpantau cukup baik.
Pihaknya juga mendorong jalur pantai selatan Jawa bisa menjadi pilihan pemudik terlebih libur Lebaran 2018 cukup panjang. Jalan Pantai Selatan memiiki panjang 1.405 km dibangun menyusuri garis tepi pantai selatan dari wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur. Dengan demikian, pemudik disebut akan banyak menemukan wisata pantai yang lokasinya tidak jauh dari trase jalan.
"Tahun ini jumlah penginapan juga sudah lebih banyak, demikian juga tempat kemping dan fasilitas umum lainnya," kata Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Hedy Rahardian.
Untuk lokasi rawan longsor seperti di Jalan Raya Puncak dan lintas tengah Jawa, Kementerian PUPR telah menyiagakan Disaster Relief Unit dan posko Jalur Lebaran dengan dilengkapi alat berat. Disamping untuk kesiapsiagaan bencana, Posko tersebut juga dapat digunakan untuk pemudik beristirahat dan mendapatkan informasi mengenai jalan dan jembatan.
"Antisipasi terjadinya banjir rob Semarang juga dilakukan bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dalam penyiapan pompa. Kami juga terus memonitor informasi dari BMKG bahwa curah hujan sedang. Kita tetap siaga meskipun tidak berlebihan," jelas Hedy.
Di Jalur Pantura Jawa Tengah yakni Jalan Raya Tegal-Purwokerto, kegiatan pembangunan Underpass Karangsawah disebut tak akan menganggu karena lokasi pekerjaannya di sisi luar jalan. Kendati demikian, tetap akan dilakukan manajemen lalu lintas dan pemasangan rambu tambahan.
Sementara untuk perbaikan Jembatan Cincin Lama yang menghubungkan Tuban-Lamongan ditargetkan pada H-10 sudah selesai dan dapat dilalui pemudik. (agi)