Tak terkecuali pada tahun ini, yang merupakan Lebaran pertama bagi Wimboh dengan status baru sebagai wasit industri perbankan Tanah Air. Selepas menunaikan Shalat Idul Fitri di Masjid Kompleks Bank Indonesia (BI) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Wimboh langsung bertolak ke rumah dinasnya dan menyantap kedua menu tersebut sebelum menerima tamu-tamu yang hendak silaturahmi.
"Nasi Liwet dan Gudeg ini pasti selalu ada (kalau Lebaran). Apalagi lebaran tahun ini Gudeg-nya spesial, di bawa dari Solo," katanya di sela menerima tamu open house, Jumat (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok saya harus mudik. Saya masih punya Ibu berusia 94 tahun, jadi besok harus mudik ke Sawit, Boyolali," katanya.
Namun, bagi Wimboh, tak hanya sebagai hari kemenangan dari puasa, Lebaran juga menjadi titik tolak untuk menghitung ibadah yang telah dilakukan. Terlebih, ibadah yang dilakukan saat Ramadan karena berkali-kali lipat pahalanya.
"Makanya harus dimanfaatkan. Ibadah itu tidak hanya solat wajib, tapi juga solat sunnah (tidak wajib) harus diperbanyak. Termasuk silaturahmi dan sedekah. Sedekah tidak hanya uang, tapi juga bisa dengan ilmu," pungkasnya.