Diskon Tarif Biang Keladi Macet di Tol

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 19/06/2018 16:13 WIB
Diskon Tarif Biang Keladi Macet di Tol Ilustrasi arus balik (Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut langkah pemerintah dan badan usaha jalan tol (BUJT) memberlakukan diskon tarif menjadi salah satu pemicu terjadinya kepadatan di sejumlah ruas tol dalam arus balik Lebaran 2018.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto dalam keterangan tertulisnya Selasa (19/6) mengatakan kebijakan tersebut telah merangsang masyarakat untuk menggunakan tol.

Kebijakan tersebut telah membuat penggunaan jalan arteri pada arus balik tahun ini lebih rendah. "Karena tarif didiskon, masyarakat ingin mencoba ya akhirnya di tol padat," katanya.



Sementara itu berdasarkan pantauan polisi hingga Senin (18/6) malam 30.607 kendaraan telah melintas di Gerbang Tol Merak, 21.048 di Gerbang Tol Ciawi, lalu 30.506 lainnya telah melintasi Gerbang Tol Cileunyi, dan 69.574 kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikarang Utama.

Kemudian, 52.424 kendaraan tercatat telah melintas di Gerbang Tol Palimanan, lalu 22.707 kendaraan melintas di Gerbang Tol Kertasari, serta 18.592 kendaraan telah melintas di Gerbang Tol Manyaran.

Lebih dari itu, Setyo mengatakan, peningkatan arus balik dari arah Jawa Barat dan Jawa Tengah menuju Jakarta juga telah mengalami peningkatan mulai pada Senin (18/6) malam.


Berdasarkan catatan Polri, jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikarang Utama telah mencapai angka 69.574 atau meningkat sebanyak 43.239 kendaraan dari arus normal.

Menurutnya, Polri telah mengambil langkah untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Cikampek yang menuju ke arah Jakarta.

Menurut Setyo, tindakan yang telah dilakukan kepolisian antara lain memberlakukan lawan arus (contra flow) atau jalur satu arah (one way traffic).

"Mengurai kepadatan arus balik di Tol Cipali dan Cikampek arah Jakarta, telah dilakukan pentahapan cara bertindak baik menggunakan contra flow maupun menggunakan one way traffic," katanya.

 
(agt/bir)